Bahas Pengelolaan Gas Blok Andaman di Komite II DPD RI, Senator Azhari Cage Dorong Penguatan Peran Aceh

09 Juni 2026 oleh admin

Jakarta, dpd.go.id – Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, S.IP., menyampaikan sejumlah masukan terkait rencana pengelolaan gas alam di Blok Andaman dalam Rapat Komite II DPD RI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (9/6/2026).

Dalam rapat yang dihadiri Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, Azhari menekankan pentingnya memastikan pengelolaan sumber daya alam di Aceh dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat daerah serta sejalan dengan semangat kekhususan Aceh yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Azhari menyampaikan harapan agar pemerintah dapat mempertimbangkan aspirasi Pemerintah Aceh yang telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian ESDM, khususnya terkait pengembangan gas dari wilayah kerja Blok Andaman.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dapat menjadi salah satu opsi strategis dalam mendukung pengolahan gas di darat (onshore) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Aceh.

“Aceh memiliki pengalaman panjang dalam industri migas nasional. Karena itu, kami berharap pengembangan potensi gas Andaman dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Azhari dalam rapat tersebut.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran dalam merancang kebijakan pengelolaan sumber daya alam ke depan. Menurutnya, keterlibatan daerah dalam proses pengambilan keputusan akan memperkuat rasa memiliki dan mendukung keberhasilan proyek strategis nasional.

Selain itu, Azhari mendorong adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, BPMA, serta para pemangku kepentingan terkait guna menyamakan persepsi terhadap rencana pengembangan Blok Andaman, termasuk pembahasan dokumen perencanaan pengembangan atau Plan of Development (PoD).

“Yang terpenting adalah bagaimana kekayaan alam yang dimiliki Aceh dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan Senator Azhari Cage. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang dialog dengan seluruh pihak guna memastikan pengelolaan sumber daya energi berjalan secara optimal dan berkeadilan.

Laode juga menegaskan bahwa Aceh memiliki posisi yang strategis dalam sektor energi nasional, termasuk dengan keberadaan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai lembaga yang memiliki peran khusus dalam tata kelola migas di daerah tersebut.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen agar pengembangan gas Blok Andaman tidak hanya mendukung kebutuhan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.

“Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan BPMA untuk mencari formulasi terbaik sehingga pengembangan potensi migas ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi daerah maupun nasional,” ujar Laode.

Rapat berlangsung dalam suasana konstruktif dan menjadi forum penting untuk menyerap berbagai aspirasi daerah terkait pengelolaan sumber daya alam strategis. Sejumlah anggota Komite II DPD RI turut memberikan perhatian terhadap pentingnya penguatan peran daerah dalam mendukung pembangunan sektor energi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Berita Terkait

Sampaikan Aspirasi
Laporkan Pengaduan