Senator Yakin Danantara Bisa Naikkan Perekomian Indonesia Hingga 8 Persen

02 Desember 2025 oleh ntb

Anggota DPD RI Mirah Midadan Fahmid meyakini pembentukan superholding Danantara bisa menarik investor besar ke Indonesia.

Menurutnya, pendirian Danantara diyakini bisa menaikan ekonomi Indonesia hingga 8 persen di akhir masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2029.

"(Danantara) sangat seksi kalau kebijakannya oke. Sangat seksi kalau rules of the game-nya oke. Ini bakal jadi game changer untuk Indonesia," kata Mirah di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/2).

Dia menilai Danantara memiliki potensi besar, karena penyertaan modal yang signifikan dan Indonesia masuk sepuluh besar dunia penanaman modal.

"Kita masuk 10 besar dunia untuk modalnya. Jadi, penyertaan modal yang sangat luar biasa ini kalau game-nya bagus, rules of the game-nya bagus, itu pasti bakal jadi game changer dan menarik investasi luar biasa," ujar Mirah.

Menurutnya, target tersebut bisa dicapai jika fondasi ekonomi diperkuat sejak awal pemerintahan.

"Jadi, memang untuk 1-2 tahun pertama, hampir impossible kita bilang," urai Mirah.

Dia juga meyakini program makan bergizi gratis (MBG) bisa menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Mirah meniali program ini dinilai memiliki efek ganda (multiplier effect) yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari desa hingga tingkat nasional.

"Mungkin bisa kita pelan-pelan naik dari 5 persen ke 5,5 persen, lalu ke 6 persen, dan seterusnya sampai akhirnya dapat 8 persen," urainya.

Senada, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisah Hastiadi menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sesuatu yang mustahil, tetapi membutuhkan waktu dan kebijakan yang tepat.

"Pertumbuhan ekonomi tahun ini forecast-nya itu 4,97 persen. Kalau ingin mencapai 8 persen, harus ada dorongan dari sektor yang memiliki keunggulan komparatif, seperti pertanian," jelas Fithra.

Dia menambahkan realokasi anggaran menjadi kunci penting dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Fithra menekankan jika anggaran belanja yang kurang produktif dialihkan ke sektor prioritas, ekonomi bisa tumbuh lebih cepat.

"Misalnya, ada dana buat ATK Rp 44 triliun. Coba kalau misalnya itu digunakan untuk salah satunya makan bergizi gratis. Hitungan saya itu bisa menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 0,3-0,4 persen," pungkas Fithra.

Sumber : https://www.msn.com/id-id/berita/other/senator-yakin-danantara-bisa-naikkan-perekomian-indonesia-hingga-8-persen/ar-AA1znnEY?apiversion=v2&noservercache=1&domshim=1&renderwebcomponents=1&wcseo=1&batchservertelemetry=1&noservertelemetry=1