Bertemu Menlu Belarus, Ketua DPD RI Ajak Kerja Sama Dukung Perdamaian Rusia-Ukraina

07 Agustus 2025 oleh ntb

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendorong Belarus untuk turut berperan aktif dalam upaya mendamaikan konflik Rusia dan Ukraina.

Hal itu disampaikan Sultan kepada Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov yang berkunjung ke Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Menurut Sultan, kerja sama antara Indonesia dan Belarus tidak terbatas pada bidang ekonomi dan politik, tetapi juga harus mencakup kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

“Hubungan ini tidak hanya sebatas kerja sama ekonomi dan politik, tetapi juga kontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” ujar Sultan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (6/8/2025).

Dia menegaskan, Belarus sebagai negara sahabat di kawasan Eropa Timur memiliki posisi penting dalam mendorong penyelesaian damai atas konflik Rusia–Ukraina.

Dalam pertemuan tertutup itu, Sultan dan Maxim juga membahas peluang kerja sama di berbagai sektor, termasuk bidang pertanian dan industri pangan.

Eks Wakil Gubernur Bengkulu itu menilai, sektor pertanian di Indonesia dan Belarus memiliki banyak kesamaan dan potensi kerja sama yang besar.

“Potensi pertanian di berbagai daerah Indonesia dinilai memiliki kesamaan dan peluang sinergi dengan keunggulan sektor pertanian Belarus. Ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret,” kata Sultan.

Beberapa sektor yang disorot antara lain pertukaran teknologi, mekanisasi pertanian, serta peluang kerja sama antar pelaku usaha melalui skema joint venture.

Sultan juga menyinggung potensi perdagangan sejumlah komoditas seperti cokelat, gandum, karet, minyak sawit, dan hasil laut untuk memperkuat perdagangan bilateral.

“Presiden sudah melakukan tugasnya untuk membuka ruang ekspor Indonesia ke luar negeri, dan daerah harus memanfaatkan momentum ini dengan menggenjot produksi kakao serta mengembangkan industri pengolahan cokelat dalam negeri, termasuk karet,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sultan mengapresiasi Belarus yang telah memberikan fasilitas bebas visa bagi warga negara Indonesia.

Dia pun mengaku akan mendorong pemerintah RI untuk memberikan kemudahan serupa bagi warga Belarus.

Tak hanya itu, Sultan juga mengusulkan peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, yakni program beasiswa bagi generasi muda Indonesia.

Di sektor pertahanan, Sultan menyebut adanya peluang kerja sama penyediaan peralatan yang dapat mendukung sistem keamanan nasional Indonesia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov menyambut baik inisiatif kerja sama yang ditawarkan DPD RI.

Dia menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi di sektor pertanian dan mendorong peningkatan volume perdagangan kedua negara.

“Kami sepakat untuk mendorong hubungan kerja sama di bidang mekanisasi pertanian di Indonesia. Kami juga ingin meningkatkan volume perdagangan kedua negara dengan mencari komoditas baru yang bisa diekspor dan diimpor agar lebih seimbang,” ujar Maxim.

Adapun kunjungan Menlu Belarus ke DPD RI ini berlangsung setelah sebelumnya Presiden Prabowo bertemu Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di kediaman resminya, Ozyorny, pada 15 Juli 2025.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo menjadi presiden kedua yang mengunjungi kediaman Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko.

“Bapak Presiden, setelah restorasi rumah ini (dulunya rumah militer), sebelum Anda, hanya Presiden Putin yang mengunjungi rumah ini. Dulu kala, bahkan sebelum restorasinya, (Presiden Tiongkok) Xi Jinping berkunjung ke sini bersama keluarganya," kata Lukashenko saat menyambut kedatangan Prabowo.

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2025/08/06/11100891/bertemu-menlu-belarus-ketua-dpd-ri-ajak-kerja-sama-dukung-perdamaian-rusia.