Bali Diincar Orang Kaya Dunia, Rai Mantra Ingatkan Ancaman Tersingkirnya Warga Lokal

14 April 2026 oleh bali

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Bali menjadi incaran investor kelas kakap dunia menuai sorotan. Di satu sisi membuka peluang ekonomi, namun di sisi lain dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan budaya dan ruang hidup masyarakat lokal.

Anggota DPR RI asal Bali, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, menegaskan bahwa euforia investasi global tidak boleh membuat Bali kehilangan jati diri. Ia mengingatkan, jika tidak dikendalikan dengan bijak, fenomena ini bisa berujung pada masyarakat Bali tersisih di tanahnya sendiri.

“Ini bukan soal menerima atau menolak investasi, tapi harus dikaji ulang dampaknya secara menyeluruh. Jangan sampai Bali justru ‘habis’ karena terlalu ambisius mengejar pertumbuhan ekonomi,” ujar mantan walikota Denpasar, Jumat (10/4/2026).

Menurut Rai Mantra, saat ini Bali sudah menghadapi berbagai persoalan kompleks, mulai dari peningkatan kriminalitas, tekanan lingkungan, hingga persoalan sampah yang belum tertangani optimal. Kondisi ini dinilai sebagai paradoks di tengah citra Bali sebagai destinasi unggulan dunia.

Ia menyoroti masuknya konsep family office dan pengelolaan dana orang-orang super kaya yang diarahkan ke Bali. Jika tidak diatur secara ketat, hal ini berpotensi memicu lonjakan harga tanah, alih fungsi lahan, hingga marginalisasi masyarakat lokal.

“Belajar dari kasus di Hawaii dan Barcelona, masyarakat lokal akhirnya tidak mampu membeli tanah di daerahnya sendiri karena dikuasai investor. Ini yang harus diantisipasi di Bali,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan risiko lain seperti munculnya jaringan kejahatan, mafia ekonomi, hingga degradasi nilai budaya akibat pertumbuhan yang tidak terkendali.

Rai Mantra menilai, pemerintah perlu mengambil langkah strategis dengan melakukan kajian komprehensif sebelum membuka keran investasi besar-besaran. Ia juga mendorong adanya kebijakan khusus untuk Bali yang berbasis pada cultural capital atau kekuatan budaya lokal.

“Jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Harus ada keseimbangan antara ekonomi, ekologi, dan budaya. Kalau tidak, Bali bisa kehilangan identitasnya,” katanya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya kesiapan sosial masyarakat dalam menghadapi perubahan besar tersebut. Tanpa kesiapan itu, berbagai program pembangunan berisiko menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

Dengan meningkatnya minat investor global, Bali kini berada di persimpangan: menjadi pusat ekonomi elit dunia atau tetap mempertahankan karakter sebagai pulau budaya. Rai Mantra mengingatkan, keputusan yang diambil hari ini akan menentukan wajah Bali di masa depan.

Sumber: https://wartabalionline.com/2026/04/10/bali-diincar-orang-kaya-dunia-rai-mantra-ingatkan-ancaman-tersingkirnya-warga-lokal/