03 Januari 2023 oleh ntb
MATARAM-Penyerahan dokumen pendaftaran dan dukungan minimal Bakal Calon Anggota DPD RI kemarin (29/12) diisi oleh lintas kalangan dan profesi. Mereka menebar optimisme dapat merebut 4 jatah kursi senator yang tersedia untuk Dapil NTB. Di samping itu menjanjikan akan membawa perubahan lebih baik dalam hal penyampaian aspirasi ke pemerintah pusat apabila terpilih nanti.
HM Zaini Arony, menjadi yang pertama menyambangi kantor KPU NTB untuk menyerahkan dokumen pendaftaran dan dukungan minimal. “Saya bersama-sama dengan tim yang cukup besar, hal ini ada relevansinya dengan kondisi NTB yang cukup besar mencapai 5,320 juta warga. Ada yang dari Mbojo, Samawa, Lotim, Loteng, Mataram, KLU, dan juga dari Lobar,” katanya, kemarin (29/12).
Terkait alasan tampil di pemilihan DPD RI, Zaini Arony mengatakan keinginannya melayani sekaligus berjuang bagi masyarakat. Hal ini dianggap sejalan dengan peran dan fungsi DPD sebagai perwakilan daerah di pusat. “Secara prinsip fungsi untuk melayani dan sekaligus berjuang. Itulah dimensi kenapa saya maju di DPD ini,” paparnya.
Menyusul Berikutnya, menyerahkan berkas oleh Nurdin Ranggabarani (NR). Kedatangannya di KPU NTB untuk menyerahkan berkas pendaftaran dan dukungan minimal. “Ini sebagai upaya mewujudkan apa yang menjadi amanat konstitusional kita,” kata NR.
Gagasan utama tampil di DPD RI diungkapkan mantan Anggota DPRD NTB ini yakni dalam rangka menyeimbangkan jumlah penyambung aspirasi di NTB. NR melihat, prinsip keseimbangan senator di dua pulau NTB antara Sumbawa dan Lombok belum sesuai harapan.
“Ada banyak hal yang menjadi aspirasi keseimbangan daerah sepertinya belum dapat kita laksanakan secara maksimal,” ujarnya.
Di saat bersamaan menyerahkan juga dokumen dan dukungan minimal atas nama Mulyadi. Dalam pernyataan yang disampaikannya ia mengatakan bahwa NTB sebagai sebuah wilayah dan penduduk yang besar. “Karena sangat besar maka diperlukan sekali kebersamaan dalam membangunnya,” katanya.
Baca Juga : Ingin Adu Nasib, Wartawan Senior Asal Sumbawa Siap Maju di DPD RI
Dikatakan, misi utama tampil di DPD RI ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Menjadikan NTB lebih gemilang lagi, karena kesejahteraan ini menjadi hal yang krusial,” tekannya.
Pendaftar berikutnya disusul oleh Muhammad Rifki Farabi. Pria yang akrab disapa Ustad Farabi itu, membawa 2.600 dukungan. Kedatangan anak dari TGB HM Zainul Majdi ini didampingi oleh sejumlah ulama saat mendatangi KPU NTB.
Setelah penyerahan berkas, Pria lulusan Universitas Al-Azhar tersebut menyampaikan bahwa, ruang perpolitikan menjadi salah satu ikhtiar untuk berjuang dan berkhidmat kepada Umat. “Bismillah, politik ini sebagai fondasi, sebagai jalan untuk terus berkhidmat kepada Umat,” kata Farabi.
Politik, lanjut Farabi, bukan sesuatu yang tabu. Tetapi ruang perkhidmatan di jalur politik sudah terbukti kemaslahatannya. Karena itu, dengan niat yang baik, Farabi maju sebagai senator mewakili NTB. “Insya Allah, dengan niat yang baik, ikhtiar yang baik, semuanya berjalan lancar,” katanya.
Disusul pendaftar, berikutnya atas nama Ahmad Turmuzi. Pria berlatar belakang akademisi itu melihat perjuangan melalui jalur calon perseorangan DPD RI lebih independen. “Kalau tampil di DPR RI itu harus menggunakan partai, sementara tampil di DPD RI itu partainya adalah mandat rakyat, harus direkom oleh rakyat,” ujarnya.
Selanjutnya, pendaftaran disusul oleh Tauhid Rifai. Dalam keterangan pers ia mengatakan keinginannya membangun daerah berbasis desa. Dari sejumlah desa yang dibagi berdasarkan kondisinya ada beberapa desa yang menurutnya perlu mendapat perhatian khusus. “Sebanyak 55 desa kategori tertinggal,” ujarnya.
Tekadnya bila terpilih, Tauhid berharap dapat menjadi penyambung aspirasi semua desa. Agar mendapat perhatian pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan fasilitas dan peningkatan SDM. “Sehingga semua menjadi desa mandiri,” harapnya.
Berikutnya, mendaftar wiraswasta atas nama Jamhari Latif. Ia menyerahkan 2.358 dukungan. “Saya berharap ke depan fungsi dan peran DPD RI lebih baik lagi dalam menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Setelahnya, mendaftar H Ridwan Hidayat. Pria yang saat ini menjadi anggota DPRD NTB itu mengatakan keinginannya untuk lebih memaksimalkan juga peran senator. “Kami lihat fungsi DPD RI belum maksimal,” katanya.
Berikutnya mendaftar pengusaha muda sukses asal Bima atas nama Nurhaidah. Didampingi suaminya ia menyampaikan harapannya untuk berbuat lebih besar bagi masyarakat NTB.
“Kalau secara kebutuhan ekonomi, dapat saya katakan Alhamdulillah saya sudah selesai, oleh karenanya saya tampil sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI ini karena didorong semangat ingin berbuat bagi daerah, melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat NTB,” kata wanita pengusaha mutiara ini.
Nurhaidah yakin ilmu enterpreneur yang dimilikinya akan berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk dalam mengawal program pemerintah pusat selama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di samping juga menjadi mata dan telinga masyarakat untuk disampaikan pada pemerintah pusat.
“Alhamdulillah syarat dan dukungan minimal yang saya serahkan dinyatakan lengkap oleh KPU, selanjutnya mohon doa agar tahapan selanjutnya dapat kami lalui dengan baik,” pungkasnya.
Anak dari mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah NTB Nasruddin yaitu Saadatul Hayati Putri juga ikut menyerahkan dokumen. Perempuan berumur 27 tahun itu mengungkapkan harapannya untuk dapat ikut serta dalam pertarungan perebutan kursi senator.
“Mohon doanya sehingga kami bisa mengikuti proses peraturan yang berlaku dan kami minta doa kepada masyarakat NTB mudah-mudahan kami terpilih nantinya,” ujarnya. Pada saat berita ini diturunkan, proses pendaftaran masih berlangsung hingga pukul 23.59 WITA sebagai batas akhir pendaftaran.
Sumber: https://lombokpost.jawapos.com/politika/01/01/2023/lintas-profesi-berebut-kursi-dpd-ri-dapil-ntb/