DPD RI Beri Pendidikan Politik Mahasiswa di Universitas Teknokrat Indonesia

27 September 2023 oleh ntb

Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin memberikan pendidikan politik kepada mahasiswa dari 64 perguruan tinggi di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Mahasiswa tersebut merupakan peserta pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) batch 3 inbound UTI. Mahasiswa PMM tersebut berasal dari lima pulau yakni Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, dan Maluku.

Pendidikan politik tersebut digelar dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2023/2024, di Gelanggang Mahasiswa kampus setempat. Kegiatan juga diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, pada Kamis hingga Sabtu (21-23/9).

Bustami mengajak mahasiswa untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Ia menjelaskan Indonesia adalah negara heterogen sehingga membutuhkan peran semua pihak dalam merawat kebhinekaan.

"Merawat dan menjaga stabilitas di negara ini bukan hal mudah. Negara yang heterogen ini harus diisi SDM berkualitas," kata mantan Bupati Way Kanan itu. Menurut dia, keberadaan mahasiswa, termasuk mahasiswa UTI, berperan amat penting bagi masa depan bangsa ini.

"Mahasiswa UTI akan mengisi simpul-simpul kehidupan baik di politik hingga ekonomi di negara ini," kata dia. Senator asal Lampung itu juga mengatakan sumbangsih dan segenap pengabdiannya, UTI turut menjadi bagian dari sejarah kemajuan bangsa.

"Kita harus punya kesamaan visi untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik," ujarnya. Menurut Bustami, para mahasiswa UTI sudah tepat memilih kampus yang baik untuk menimba ilmu.

"Memilih kampus tidak boleh sembarangan. Mahasiswa UTI sudah tahu jurusan yang akan diambil dan menata masa depan, mengeksplorasi kemampuan," kata dia.

Bustami optimistis bahwa lulusan UTI menjadi enterpreneur dan pimpinan baik yang baik di masa depan, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta.

Ia mengimbau mahasiswa untuk memperbanyak ruang diskusi untuk memiliki pengetahuan luas setelah lulus dalam memilih bidang pekerjaan yang akan digeluti, misalnya dalam bidang politik.

Bustami menjelaskan metode rekrutmen elit politik saat ini sudah semakin baik. "Kalian adalah masa depan bangsa. Jika Anda ingin melihat masa lalu, lihatlah Anda hari ini. Hari ini saya bisa jadi Wakil Ketua Komite II DPD RI karena di masa lalu saya bekerja keras," kata dia.

Ia memotivasi mahasiswa UTI untuk giat belajar demi masa depan yang gemilang. "Mahasiswa harus mengisi waktu dengan hal penting. Sekali layar berkembang, surut kita berpantang. Jadilah manusia yang berpikir untuk masa depan," kata dia.

Bustami menegaskan bahwa disiplin menjadi keharusan, kesetiaan adalah kebanggaan, dan kehormatan adalah segalanya. Ia mengisahkan perjuangannya menjadi insan politik sejak mahasiswa sudah belajar dan bergabung di berbagai organisasi internal dan ekstrenal kampus. "Organisasi internal ada BEM, dan eksternal ada banyak pilihan di luar sana," ujarnya.

Bustami mengklaim sukses menjadi bupati hingga senator tanpa menggunakan money politic. "Banyaklah bergaul, bangunlah jejaring," kata dia. Menurut dia, kampus tidak boleh dipakai untuk politik praktis. Tetapi, mahasiswa tidak boleh buta politik.

"Silahkan mahasiswa memilih dari 16 partai politik yang ada. Jadi setelah lulus kuliah, kalian bisa memilih apakah ingin menjadi orang partai politik atau orang independen seperti saya. Semua ada panggungnya," kata dia.

Pada sesi tanya jawab, para mahasiswa antusias bertanya tentang berbagai hal antara lain mengenai pemerataan fasilitas pendidikan, capaian yang sudah dilakukan, hingga tantangan pemerataan infrastruktur di pelosok daerah.

Guna memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat, UTI telah membuka Program Kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dua tahun. Pendaftarannya masih dibuka hingga akhir bulan September 2023, dan sudah terakreditasi A dan B.

Sumber : https://www.lampost.co/berita-anggota-dpd-ri-beri-pendidikan-politik-mahasiswa-di-universitas-teknokrat-indonesia.html